Gusdurian Banyuwangi Nyatakan Sikap Terhadap Gerak laku Teror di Sigi

TIMESINDONESIA, BANYUWANGI – Jaringan Gusdurian Banyuwangi,   Jawa Timur memberikan pernyataan sikap terhadap aksi terorisme dengan Diduga dilakukan oleh kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora di Dusun lima Lewonu, Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Sedang pada Jumat 27 November lalu.

Hal ini disampaikan jaringan Gusdurian Banyuwangi dalam acara dialog lintas keyakinan yang bertemakan Rembug Toleransi Perlu Merajut Sigi.

Berlokasi di halaman Gereja Katolik Paroki Kristus Raja, Kawasan Krajan, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, cara ini dihadiri oleh  Ketua Presidium Gusdurian Banyuwangi, Fathan Himami Hasan, penyanyi kondang Banyuwangi, Arif Citeng; agen masyarakat lintas agama, serta puluhan anggota Gusdurian Banyuwangi.

Dalam kesempatan ini, Presidium Gusdurian Banyuwangi, Fathan Himami Hasan menyampaikan, acara ini ialah respon dari tindakan terorisme yang terjadi beberapa waktu lalu, terlebih segala tindakan yang mengarah pada intoleransi selalu tidak dibenarkan.

“Terkait dengan aksi terorisme yang terjadi di kabupaten Sigi, kami Gusdurian Banyuwangi mengutuk keras tindakan tersebut. Ini merupakan hal yang sangat intoleran sekali, ” kata Fathan, Jumat (4/12/2020).

“Menyikapi intoleran tersebut, perlu kita tegaskan bahwa Gusdurian Banyuwangi selalu bersama para korban. Apapun namanya, aksi terorisme tidak bisa kita dibenarkan, ” tambah Fathan.

Para Gus Durian Banyuwangi b

Adapun menerjang pernyataan sikap yang di sampaikan dalam acara ini diantaranya.

1. Mengecam segala macam tindak terorisme dengan dialami masyarakat poso, Karena kegiatan tersebut tidak berketuhanan dan berkeprimanusiaan.

2. Meminta pihak penegak hukum mengusut tuntas atas kejahatan keji gabungan MIT.

3. Meminta seluruh pihak untuk tidak ikut tersulut amarah & masuk dalam konflik agama.

4. Mengundang semua pihak untuk menyebarkan pesan damai dan memperkuat solidaritas buat masyarakat Sigi yang kini sedang di pengungsian dengan rasa kecil.

5. Meminta pihak keamanan untuk menjamin keamanan masyarakat poso atas teror yang terjadi.

Sementara itu, penyanyi terkenal Banyuwangi, Arif Citeng mengatakan, pentingnya menanamkan toleransi dalam kehidupan sehari-hari.

“Toleransi itu adalah hal yang cantik, ditempatkan dimanapun akan tetapi terasa indah, ” ujar Artis dengan nama asli Syamsul Arifin itu.

Sebab perwakilan masyarakat Katolik Banyuwangi, Agustinus Putra,   menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian dari Gusdurian Banyuwangi. Dirinya pun berharap agar peristiwa serupa tidak menimpa masyarakat teristimewa dikemudian hari.

“Dengan adanya acara dialog hari ini, saya merasa terharu dan berterimakasih, karena Jaringan Gusdurian Banyuwangi telah peduli pada saya, terlebih sekarang saya merasa bersyukur, mulai hari ini sudah tidak bingung lagi ketika nantinya ingin berkeluh-kesah, sudah ada tempat yang pas, yakni Gusdurian Banyuwangi, ” Kata Agus. (*)