KH Ma’ruf Amin: MUI Tetap Jadikan Islam Moderat sebagai Landasan Sistem

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Ketua Umum (nonaktif) MUI, KH Ma’ruf Amin mengucapkan MUI akan tetap menjadikan Islam moderat sebagai arus utama jadi menjadi metode berpikir dan pedoman pergerakan organisasi.

“Selama lima tahun belakang, Dewan Pimpinan MUI menjadikan kesimpulan Munas sebagai manhaj (metode) MUI sebagai cara berpikir dan bergerak, ” ujar Kiai Ma’ruf pada Jakarta, Kamis (26/11/2020).

Ia mengatakan pengarusutamaan Islam wasathiyah merupakan kebutuhan mendesak seiring menguatnya radikalisme baik tersebut kiri seperti liberalisme dan sekularisme ataupun kanan sebagaimana terorisme berkedok agama.

KH Ma’ruf Amin yang juga Wakil Presiden RI mengatakan Agama islam moderat adalah cara berpikir dengan posisinya tidak terlalu rumit sekali lalu tidak terlalu longgar. Islam wasathiyah berada di antara dua sumbu ekstrem tersebut.

Adapun Musyawarah Nasional X MUI pada 25-27 November 2020 akan segera memilih ketua ijmal baru organisasi itu. Atas peristiwa itu, Ma’ruf berpesan kepada para-para pengurus MUI selanjutnya untuk sanggup menjadikan Islam moderat sebagai dasar, cara berpikir dan bertindak.

KH Ma’ruf berharap MUI dapat terus melaksanakan perbaikan secara terus menerus jadi bisa menjalankan perannya terutama fungsi sebagai mitra pemerintah dan pelayan umat.

MUI, kata dia, memiliki sistem kepengurusan dari tingkat pusat sampai daerah. Ke depan MUI harus didorong menerapkan digitalisasi dalam tata kelola perkantoran di MUI serta semua perangkatnya.

MUI, lanjut KH Ma’ruf Amin, tidak boleh terlambat mengantisipasi teknologi digital dan harus siap menyongsong tren tersebut.

Kata KH Ma’ruf Amin, MUI memiliki tugas untuk umat seperti terkait keuangan syariah, jaminan produk halal, penanggulangan bahaya dan lainnya sehingga digitalisasi menjelma hal penting. (*)