Menggunakan Program Padat Karya, Ekosistem Terumbu Karang Juga Ikut Dipulihkan KKP RI

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Sebagai upaya untuk memulihkan kondisi ekosistem terumbu karang sekaligus untuk membantu perekonomian masyarakat di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP RI) melalui Balai Tempat Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang menanam sebanyak 2. 640 fragmen karang di Taman Nasional Segara (TNP) Laut Sawu.

Penanaman terumbu halaman dilaksanakan secara padat karya di 2 lokasi, yaitu di Tempat Balu, Kec. Raijua dan Daerah Menia, Kec. Sabu Barat, asal November (06/11) lalu. Metode rehabilitasi terumbu karang yang digunakan adalah metode spider web dan pola beton dengan total media per sebanyak 120 buah spider web dan 168 buah beton. Jenis karang sebagai bahan transplantasi ialah jenis Acropora, Montipora, Porites, serta Merulina.

Plt. Direktur Jendral Pengelolaan Tempat Laut (DJPRL), Tb. Haeru Rahayu yang akrab disapa Tebe menjelaskan bahwa pemerintah terus menggalakkan kegiatan padat karya sebagai upaya pemulihan ekonomi nasional.

“Saat ini KKP terus-menerus melaksanakan rehabilitasi terumbu karang dalam bentuk padat karya di kaum lokasi di Indonesia, salah satunya yaitu di Kabupaten Sabu Raijua ini. Melalui program ini negeri berupaya untuk memulihkan kondisi ekonomi akibat pandemi Covid-19, ” terang Tebe dalam siaran resminya pada Sabtu (21/11/2020).

Senada dengan Tebe, Plt  Kepala BKKPN Kupang, Imam Fauzi menyampaikan bahwa kegiatan rehabilitasi dilakukan secara padat karya agar sanggup membantu perekonomian masyarakat.

“Dalam pelaksanaannya pembuatan media transplantasi karang diserahkan seluruhnya kepada anggota Kelompok Nelayan Konservasi ‘Mira Djagga’ sebagai suatu bentuk kegiatan padat karya. Melalui kegiatan ini kelompok menerima upah tenaga sebesar kurang lebih Rp6 juta, ” ujar Imam di Kupang.

Sementara itu, Penjabat Sementara Bupati Kabupaten Sabu Raijua Ferdi J. Kapitan menyambut baik dan sangat mengangkat kegiatan rehabilitasi ekosistem terumbu jalin oleh BKKPN Kupang di Perairan Kabupaten Sabu Raijua ini.

“Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua sangat mendukung kesibukan pelestarian alam seperti ini karena masa depan Sabu Raijua tersedia di sektor kelautan dan perikanan sehingga perlu dilestarikan dan diberdayakan dengan baik dan berkelanjutan, ” ungkap Ferdi.

Ferdi berharap kegiatan rehabilitasi juga memperhatikan perawatan terumbu halaman secara kolaboratif oleh KKP MENODAI dengan masyarakat sekitar seperti Golongan Nelayan Konservasi Mira Djagga agar karang dapat tumbuh dengan cantik dan memberikan manfaat untuk kelompok.   (*)