PCNU Jombang Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi dan Jaga Persatuan

TIMESINDONESIA, JOMBANG – Ketua Pengurus Cabang Nahdlotul Ustaz Jombang (PCNU Jombang), M Salmanudin Yazid menyayangkan pidato Imam Gembung FPI Habib Rizieq Shihab  (HRS) yang menyinggung TNI berbuntut lama. Setelah Panglima TNI Hadi Tjahjanto mengingatkan tegas soal menjaga perserikatan.

“Saya menyayangkan apa yang dilakukan Habib Rizieq. Seharusnya beliau harus bisa memberi suri tauladan yang molek, memberi uswah yang hasanah pada umat terutama rakyat Indonesia, ” ungkap Gus Salman Sapaan akrabnya, kepada TIMES Indonesia, Selasa (17/11/2020).

Menurutnya, tidak ada satupun contoh daripada Nabi ajaran yang memperbolehkan umat manusia untuk mencaci maki, membuli, menyebarkan berita bohong. Apalagi fitnah terhadap seorang Presiden yang wajib kita taati bersama.

“Intinya ujar kesumat tidak dibenarkan diagama Islam dan tidak diperbolehkan, ” jelas Gus Salman, yang juga sebagai pengasuh Pesantren Babus Salam Mojoagung, Jombang ini.

Akan tetapi, agar hal tersebut tidak menjadi masalah yang semakin besar, Gus Salman meminta kepada masyarakat, khususnya masyarakat Jombang, harus tetap pada posisi dewasa serta jangan saling caci maki biar tidak terjadi hal yang tak diinginkan.

Gus Salman juga berpesan, pada masyarakat jangan sampai terprovokasi barang apa yang telah dilakukan saudara sesama muslim.

“Marilah kita bersama-sama membangun Indonesia yang kita cintai ini. Makin masa sekarang masih masa pandemi Covid 19. Mari kita bersama-mari membantu pemerintah dalam memutus dan mengurangi penyebaran virus covid-19, ” pungkas Ketua PCNU Jombang. (*)