Situs Ngreco, Tanda Jejak Majapahit Pra Islam Masuk Pacitan

TIMESINDONESIA, PACITAN – Di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur terdapat prasasti usang peninggalan zaman  Kerajaan Majapahit dengan di keramatkan oleh warga Daerah Ngreco, Kecamatan Tegalombo.

Prasasti berbentuk relief itu dikenal masyarakat Desa setempat dengan batu arca. Konon katanya, umur situs bersejarah tersebut bertambah dari satu abad, sebelum pegangan Islam masuk wilayah Pacitan.

Kepala Desa Ngreco, Susilo Hadi

Bahkan, menurut fakta Kepala Desa Ngreco, Susilo Hadi, batu relief tersebut merupakan saksi bisu terbentuknya Desa Ngreco, dan memiliki sejarah panjang. Menurutnya, jaman dalalu terjadi peperangan di Kerajaan Majapahit.

“Untuk tahunnya kami belum pasti pendidikan, yang jelas lebih dari kepala abad, simbol adanya Desa Ngreco ini. Dulu ada satu pangeran bersama dua sinden kerajaan lari diri saat terjadi peperangan ke desa ini sebelum adanya penduduk, ” terangnya. Sabtu (14/1/2020).

Lalu kemudian, selama pelarian sang pangeran mengatur keluarga di tempat yang zaman ini menjadi Desa Ngreco, hingga  menjadi perkampungan seperti sekarang. Namun, setelah sang pangeran meninggal jazadnya makamkan di kerajaan asalnya.

Bentuk ukiran pada batu itu pun betul jelas dan unik. Mengandung iklim mistis, yakni berbentuk kepala batarakala bermahkota, kedua tangan memegang ular besar didampingi sebelah kiri kepala putri sinden dan kanannya pangeran.

“Banyak masyarakat dari luar Desa Ngreco berdatangan ke tempat ini, khususnya para penyanyi dan sinden untuk melakukan ritual, dengan harapan mereka suaranya terjaga bagus maupun masyhur. Mereka biasanya membawa bedak & meminum air sungai samping itu, ” terangnya.

Meski sempat mengegerkan dunia maya di Kabupaten Pacitan tarikh lalu, sebetulnya batu relief itu sudah ditemukan ratusan tahun berserakan. Namun, masyarakat setempat tidak bagak mengekpose di media karena dianggap keramat.

Untuk melestarikan situs bersejarah cikal bakal Desa setempat, Pemerintah Dukuh Ngreco berencana akan menjadikan tempat keramat menjadi wisata edukasi secara kemasan Bersih Desa setiap mulia tahun sekali.

“Memang kita berencana kaya itu, akan tetapi kita masih akan musyawarah dengan sesepuh ataupun juru kuncinya. Karena ada syarat-syarat tertentu yang tidak boleh diubah lingkup situs arca, “katanya.

Untuk mengungkap sejarah lebih mendalam, diduga kuat masih ada prasasti lainnya di sekitaran batu relief tersebut. Tetapi, hingga saat ini belum ditemukan.

Jika Anda akan menuju lokasi wasiat Kerajaan Majapahit  ini, dari hidup raya Pacitan-Ponorogo tepatnya di Dukuh Ngreco Kabupaten Pacitan, kurang bertambah sekitar 1 km dan Kamu bisa parkir di halaman rumah warga yang tak jauh sebab lokasi. (*)